Pemahaman Iman GPIB merupakan materi bina yang patut dikuasai segenap presbiter GPIB, khususnya mereka yang terpilih sebagai bakal calon Diaken dan Penatua GPIB tahun 2012-2017. Pemahaman yang baik atas materi ini dapat menolong presbiter GPIB menjalankan tugas pelayanan di jemaat GPIB dengan penuh semangat dan pengabdian serta kreatif menghadapi isu-isu kontemporer dan kontekstual. Materi ini sudah disampaikan sepanjang bulan Mei dan Juni 2012 di jemaat GPIB Pondok Ungu, GPIB Harapan Baru, dan GPIB Harapan Kasih, Bekasi. Materi dapat didonlot di sini Jika saudara membutuhkan info lanjut hub. 085814551517. GBU.
bulir-bulir pemikiran atas Firman Allah yang hidup dan aplikasinya dalam hidup berjemaat dalam ruang dan waktu agar siapapun diperkaya dan bertumbuh terus dalam kasih Kristus
Sponsors
Theme Support
Rabu, 27 Juni 2012
Sabtu, 28 April 2012
MAZMUR 68:2-14
BERNYANYI
BAGI ALLAH
Sidang
jemaat yang dikasihi Allah,
Pemazmur mengajak
umat bernyanyi sebab keperkasaan Allah dalam peperangan. Allah memberi
kemenangan dan perlindungan bagi kaum lemah. Rasa takut dan suasana duka
berubah karena umat bersyukur atas karya pembebasan Allah. Umat mengalami sukacita dan kegembiraan
dihadapan Allah sebab Allah bertindak adil menyatakan kedaulatan dan
kuasaNya. Umat menghayati kasih dan
karya Allah dalam konteks persekutuan agar umat senantiasa mengingat dan
merayakan dengan puji-pujian untuk
mempermuliakan namaNya.
Jumat, 30 Maret 2012
IMAN DAN TEKNOLOGI
Iman dan teknologi bisa berbenturan jika tidak dipahami dengan baik keduanya. Albert Einstein dengan cerdas merumuskan bahwa Iman tanpa Ilmu adalah buta dan Ilmu tanpa Iman adalah timpang. Di sini pentingnya materi bina Iman dan Teknologi diberika kepada calon-calon sidi baru agar mereka dengan bijak mengunakan teknologi mutakhir yang ada sehingga mereka mampu berkompetisi dan tampil menjadi pemuda Kristen yang menghadirkan terang dalam dunia yang berubah cepat. Materi ini telah digunakan dalam Retreat Katekisan Terpadu Jemaat GPIB Pondok Ungu, GPIB Galilea dan GPIB Harapan Baru dalam kawasan Mupel Bekasi di Vila Mataniari, Bogor dari 23-25 Maret 2012. Kiranya materi ini dapat jadi berkat dan memperkaya wawasan beriman. God bless us. Materi Bina bisa diunduh di sini.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Khotbah Yeremia 9:1-3
Harapan bagi pertobatan
Yeremia dipanggil dan diutus Tuhan Allah untuk menyampaikan Firman Allah kepada bangsa Israel di Selatan: Kerajaan Yehuda yang hidup dalam kejahatan dan dosa dihadapan Tuhan. Yeremia menerima tugas yang berat, namun jaminan Tuhan menyertai pelayanan Yeremia (1:5-8).
Minggu, 31 Juli 2011
Puasa dan pelaksanaannya
Cara memulai dan melaksanakan puasa akan sangat menentukan keberhasilan Anda. Dengan mengikuti tujuh langkah pokok berikut ini, Anda akan membuat waktu Anda bersama Tuhan menjadi lebih berarti dan bermanfaat secara rohani.
LANGKAH 1: Tentukan Tujuan Anda
Mengapa Anda berpuasa?
Label:
Artikel Menarik,
Doa,
Puasa
Sabtu, 30 Juli 2011
Khotbah Yesaya 58:1-5
Kesalehan hidup yang sejati
Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,
Puasa dimengerti sebagai praktek rohani dengan berpantang makan dan minum. Umat Tuhan berpuasa dengan berbagai alasan (1) saat mendengar berita buruk
Sabtu, 02 Juli 2011
Yesus dan Agama Lain
Sesekali saya diundang ke pertemuan-pertemuan yang tidak biasa sebagai hasil dari tulisan-tulisan saya. Salah satu yang paling tak terlupakan mengambil tempat di New Orleans, atas undangan M. Scott Peck, seorang psikiater dan penulis buku-buku seperti The Road Less Traveled dan People of Lie. Peck memiliki teori bahwa proses pembangunan komunitas harus mendahului upaya penyelesaian konflik, dan ia mengumpulkan tiga puluh orang yang sangat bebeda untuk menguji teori tersebut.
Peck mempertemukan sepuluh orang Yahudi, sepuluh orang Kristen, dan sepuluh Muslim,
Cara Yesus Menyembuhkan
Banyak dari kita benar-benar membutuhkan kesembuhan dari luka hati, keputusasaan dan kebiasaan buruk kita. Dan jalan menuju kesembuhan itu hanya ada satu, yakni kesembuhan cara Yesus.
Ini adalah salah satu dari spesialisasi Yesus. Malahan, pelayanan Yesus sendiri bisa dibagi menjadi tiga bagian yang sejajar - pengajaran, khotbah dan penyembuhan. Matius 9:35 menyebutkan, "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan."
Di dalam Khotbah di Bukit - suatu khotbah yang paling agung dalam sejarah - Yesus menyediakan delapan jalan untuk mendapatkan kesembuhan dan kebahagiaan.
Bagaimana Dia melakukannya?
Ini adalah salah satu dari spesialisasi Yesus. Malahan, pelayanan Yesus sendiri bisa dibagi menjadi tiga bagian yang sejajar - pengajaran, khotbah dan penyembuhan. Matius 9:35 menyebutkan, "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan."
Di dalam Khotbah di Bukit - suatu khotbah yang paling agung dalam sejarah - Yesus menyediakan delapan jalan untuk mendapatkan kesembuhan dan kebahagiaan.
Bagaimana Dia melakukannya?
Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya
Apakah Gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen? - Bagian 4 Philip Yancey
Archbishop William Temple berkata, "Gereja adalah satu-satunya masyarakat kooperatif di dunia yang eksis bukan untuk kepentingan anggotanya." Ini adalah pelajaran yang paling jelas dari gereja saya di Chicago, LaSalle Street Church yang misinya melebar untuk menjangkau kebutuhan dari orang-orang yang ada di sekelilingnya. Salah satu alasan jemaat yang berbeda-beda dapat bekerja sama dengan baik adalah karena kami terikat untuk menjangkau masyarakat sekeliling. Melayani orang lain akan menyebabkan Anda tidak banyak berpikir tentang melayani diri sendiri.
Ketika para guru Sekolah Minggu memperhatikan banyak murid tidak dapat membaca,
Archbishop William Temple berkata, "Gereja adalah satu-satunya masyarakat kooperatif di dunia yang eksis bukan untuk kepentingan anggotanya." Ini adalah pelajaran yang paling jelas dari gereja saya di Chicago, LaSalle Street Church yang misinya melebar untuk menjangkau kebutuhan dari orang-orang yang ada di sekelilingnya. Salah satu alasan jemaat yang berbeda-beda dapat bekerja sama dengan baik adalah karena kami terikat untuk menjangkau masyarakat sekeliling. Melayani orang lain akan menyebabkan Anda tidak banyak berpikir tentang melayani diri sendiri.
Ketika para guru Sekolah Minggu memperhatikan banyak murid tidak dapat membaca,
Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?
Kita semua butuh orang yang bisa memberi kita tantangan pribadi, menolong kita menemukan dalam hal apa kita memberi hasil yang terbaik, serta mendorong kita untuk mengerjakannya dengan baik. Rick Warren
Sebagai pelayan Tuhan, Anda adalah seorang pembangun umat. Allah memakai Anda untuk menolong orang lain agar bisa menjadi sesuai dengan rencana Allah bagi mereka. Namun kemungkinan besar Anda tidak terlatih untuk menjalankannya. Bagaimana Anda memunculkan yang terbaik dari dalam diri orang lain? Entah dia adalah jemaat awam di gereja Anda, pimpinan gereja yang sedang Anda bimbing, atau seorang staf gereja yang sedang Anda bantu untuk bertumbuh, Kemampuan Anda untuk membangun umat merupakan tugas inti Anda. Malahan, kebutuhan Anda untuk menjadi seorang pembangun umat tidak berhenti di saat Anda telah meninggalkan peran pelayanan Anda. Anda juga perlu menjadi pembangun keluarga dan para sahabat Anda.
Keempat langkah berikut akan membantu Anda membangun umat dengan lebih efektif:
Beri tantangan pribadi kepada orang-orang. Paulus melakukan hal ini di dalam Efesus 4:1, "Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu." Dia menantang pembaca suratnya untuk membuat hidup mereka berarti. Mengapa? Kita semua perlukan suatu target, proyek ataupun visi yang menuntut kita mengerahkan kemampuan terbaik kita. Jemaat Anda butuh dikerah untuk memperjuangkan sesuatu atau mengejar suatu visi.
Allah ingin agar kita dan jemaat kita memanfaatkan kekuatan dan kemampuan terbaik kita bagi Dia. Di tengah dunia yang sekuler ini, perencanaan karir, analisis temperamen serta tes kemampuan adalah bidang bisnis yang memberi keuntungan besar. Mengapa? Kita semua butuh orang yang bisa memberi kita tantangan pribadi, menolong kita menemukan dalam hal apa kita memberi hasil yang terbaik, serta mendorong kita untuk mengerjakannya dengan baik.
Alkitab mengajarkan kita bahwa itulah hal yang seharusnya dilakukan oleh jemaat. Kita harus menjadi pembangun umat. Pokok ini harus selalu menjadi dasar pengajaran kita. Kita perlu menantang umat untuk hidup sesuai dengan rencana Allah. Apa yang dilakukan oleh kita dalam menantang orang untuk menggenapi rencana Allah?
Beri mereka keyakinan penuh Paulus berkata dalam Roma 15:2-3 "Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat... untuk membangunnya" Paulus menyuruh kita untuk membangun orang lain dalam iman. Untuk bisa memunculkan yang terbaik dari dalam diri orang lain, kita perlu memberi mereka keyakinan penuh akan hal yang bisa Allah lakukan melalui mereka. Yesus melakukan hal ini pada Petrus. "Aku memberi kamu nama yang baru". Nama Petrus, yakni Petros, berarti batu karang. Saat Yesus mengucapkan hal ini kepada Petrus, dia ini sama sekali bukanlah batu karang. Saat itu dia adalah orang yang gegabah, impulsif dan ceroboh! Namun Yesus berkata bahwa dia akan menjadi batu karang. Yesus tidak menyebutkan seperti apa keadaan Petrus sebelumnya; Yesus menyebutkan akan menjadi seperti apa Petrus nantinya.
Setiap kali Anda mencap seseorang, Anda sedang membentuk orang tersebut. Jika Anda mencap jemaat Anda 'malas', 'tidak tertib' atau 'pemarah', maka hal-hal semacam itulah yang akan Anda dapatkan dari mereka. Jadi, bangunlah mereka. Allah melakukan hal ini pada Gideon. Dia menyebut Gideon 'Pahlawan yang gagah berani' padahal dia adalah orang paling penakut di kalangan umat Israel saat itu. Allah menyebut dia sebagai pahlawan yang gagah berani, dan Gideon memang benar-benar menjadi pemberani.
1 Tesalonika 5:11 menyebutkan, "Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan." Jika Anda ingin menjadi pembangun umat, maka Anda harus menjadi pendorong semangat yang baik. Bagaimana melakukannya? Ada tiga tips untuk itu:
Harus nyata - bukan sekadar sanjungan palsu.
Harus teratur. Sampaikan setiap saat
Harus bisa dipahami atau tepat. Sampaikan dengan persis hal apa yang sedang Anda bangkitkan di dalam diri orang tersebut.
Kadang kala Anda mendengar orang berkata, "Kalau ada kesalahan, bos pasti mengumumkannya!" Jangan menjadi bos yang semacam itu; itu adalah kepemimpinan yang buruk.
Berikan mereka bimbingan yang bijak. Anda tidak akan melihat kemajuan tanpa adanya proses belajar, dan tak ada proses belajar tanpa adanya umpan balik. Karena kita semua ini tidak sempurna, maka pandangan kita seringkali keliru. Kita perlu orang-orang yang akan menyatakan hal yang sebenarnya dengan jujur kepada kita.
Amsal 27:17 menyebutkan, "Kita belajar dari sesama sebagaimana besi menajamkan besi." Kita akan bisa memunculkan yang terbaik dari dalam diri orang lain jika kita bersedia untuk bersikap jujur terhadap mereka. Pembangun umat harus cukup peduli untuk mengoreksi bahkan menegur.
Ingat bahwa tindakan koreksi itu berdampak kuat dan bisa berbahaya. Koreksi yang dilakukan dengan benar akan membangun orang; koreksi yang dilakukan dengan keliru bisa melukai seseorang seumur hidupnya.
Apakah yang membedakan antara koreksi yang benar dengan yang keliru? Sikap hati Anda saat melakukan koreksi. Jika sikap hati Anda seperti ini: "Aku hanya sekadar menunjukkan apa kesalahanmu," maka itu salah. Orang tidak butuh dibeberkan kesalahannya. Kebanyakan dari kita cukup sadar akan apa kesalahan kita. Tujuan Anda seharusnya adalah untuk mendorong mereka untuk mengubah perilaku mereka dan bukan sekadar mengecam mereka. Efesus 4:15 menyebutkan, "teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih."
Beri mereka penghargaan yang sepenuhnya Untuk menjadi pembangun umat, Anda perlu berikan pujian atas pertumbuhan dan perubahan yang Anda lihat terjadi di dalam diri mereka. Saya memasang plakat di kantor saya, plakat itu berbunyi, "Allah bisa mengerjakan hal-hal yang luar biasa melalui orang yang tidak peduli siapa yang akan menerima penghargaan." Itu adalah bagian dari hal membangun umat. Umumnya kita cenderung berbagi kesalahan sambil menyimpan penghargaan bagi diri kita sendiri.
Sebagai seorang pendeta, Anda akan menerima banyak pujian jika segala sesuatu brjalan dengan baik (dan banyak kecaman jika hal sebaliknya yang terjadi). Hal ini wajar. Namun jika nanti ada orang yang memuji Anda atas sesuatu hal baik yang terjadi di gereja (pertumbuhan jemaat, peristiwa yang berdampak luas, atau yang serupa itu), cari siapa yang layak menerima penghargaan itu dan berikanlah kepada mereka. Itulah kepemimpinan. Dengan cara itu pulalah Anda akan membangun para pemimpin jemaat. Jika Anda terus saja memonopoli penghargaan atas hal-hal baik yang terjadi di gereja, akan sangat wajar jika nantinya Anda akan mengalami kesukaran dalam mempertahankan para pemimpin jemaat.
Penerapan keempat prinsip itu menuntut usaha keras. Saya tidak akan mempermanis kenyataan. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk menjadi pembangun umat. Pengorbanan, usaha, uang dan tenaga - dan pada ujungnya adalah pengorbanan privasi Anda. Dan yang terutama, hal ini akan menggempur keegoisan Anda. Anda tidak bisa bersikap egois jika ingin menjadi pembangun umat.
Lalu mengapa Anda harus membangun umat? Karena itulah yang telah Allah perbuat untuk Anda. Allah telah begitu baik kepada Anda; maka Anda juga harus baik terhadap orang lain. Lakukanlah hal ini sebagai tanggapan Anda akan semua hal baik yang telah Allah perbuat bagi Anda. Saya ingin menantang Anda untuk menggunakan segenap sisa waktu pelayanan Anda - dan itu berarti sisa hidup Anda - sebagai pembangun umat. Fokuskanlah pelayanan Anda pada usaha membantu orang lain agar menjadi sesuai dengan rencana panggilan Allah bagi mereka. Itulah pekerjaan para gembala; itulah pekerjaan para pendeta.
Saya tidak bisa membayangkan cara lain yang lebih baik untuk menghabiskan sisa hidup saya.
Written by Rick Warren
Langganan:
Postingan (Atom)






