Tuntutan Radikal
Kesukaran
memberi persepuluhan lebih pada jumlah dan bukan pada sikap iman yang
memercayai pemeliharaan Tuhan. “Terlalu besar jumlahnya, sementara kebutuhan
kami masih kurang! Tokh, Tuhan mengerti jika kami belum dapat memberi,”
begitulah kira-kira argumentasi yang terlontar. Sikap seperti ini cenderung
menyederhanakan persoalan tentang apa tugas dan tanggungjawab kita sebagai umat
Allah.