Perspektif tentang Hidup
Seorang filsuf Yunani, Pythagoras yang hidup pada
abad kelima merumuskan pandangannya bahwa sesudah kematian manusia jiwanya
berpindah ke dalam hewan, dan bila hewan itu mati, ia berpindah lagi, dan
seterusnya. Reinkarnasi ini dapat putuskan jika manusia menyucikan jiwanya
dengan cara berpantang jenis makanan tertentu, seperti daging hewan dan kacang.
Senada dengannya, Plato menyebut jiwa manusia itu kekal dan tubuh merupakan penjara
jiwa sehingga hidup manusia dimengerti sebagai penantian untuk keluar dari
kungkungan penjara manusia. Pandangan demikian telah memengaruhi beberapa orang
dalam jemaat Korintus sehingga sesukanya melakukan perbuatan amoral yang
memalukan. Kekristenan menolak pandangan
yang menekankan kekekalan jiwa terlepas dari perbuatan moral dalam interaksi
dengan sesama dan Sang Pencipta.