Sponsors

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik." Luk. 4:18"

Theme Support

Agenda. ----- Retreat Presbiter GPIB Sejahtera Bandung, Sekesalam 27-28 Januari 2017, Pembina: Pdt Susy Rumeser-Thomas, MTh dan Pdt Stephen Sihombing, MTh ----- Penggalangan Dana Panitia Pembangunan gereja GPIB Sejahtera bandung, Minggu 22 Januari 2017 jam 08.00 WIB PF. Pdt. Jacoba Marlene Joseph, MTh ---- PS GPIB ke-XX 26-31 Oktober 2015, Swiss Bell Hotel, Balikpapan, Kalimantan Timur ---- Ibadah Minggu 26 Juli 2015 jam 07.00 --- Ibadah Nuansa Budaya Minahasa Minggu 26 Juli 2015 jam 09.00 Pdt. Drs. J. Sompotan, S.Th dan Pembinaan Presbiter Sabtu 25 Juli 2015 jam 17.00 ---- PF Minggu 19 Juli 2015 Sejahtera bandung 07.00 dan 09,00 --- Perjamuan Kudus Minggu 12 Juli 2015 Sejahtera Bandung 07.00 ---- Pembahasan Rantap PS XX GPIB di Hotel Marbela Bandung --- PF Minggu 5 Juli 2015 Sejahtera Bandung 07.00 dN 09.00 Peneguhan Pelayan dan Pengurus ke - 6 Pelkat --- PF Minggu 10 Nov 2013 di Jemaat Pondok Ungu jam 06.00 dan 10.00 --- Perayaan HUT GPIB ke-65, Selasa 5 Nov 2013 di Tenis Indoor Senayan Jakarta --- Pembinaan Penelaahan Alkitab di Wisma Kinasih, Bogor, Minggu 3 November 2013 ---- PF di jemaat Pondok Ungu Bekasi dan jemaat GPIB Kharis Jakarta 30 Juni 2013 ----- Pemilihan Korwil Pelkat Mupel Bekasi 4 Mei 2013 di jemaat GPIB Gloria Bekasi ----- Sertifikasi Pengajar katekisasi 18-20 April 2013 di MDC Gadog ---- Sidang tahunan dan Sidang Wilayah Mupel Bekasi 4-5 Maret 2013 di MDC Gadog ---- PF di Jemaat Pondok Ungu jam 6 dan 10.00 serta di Gloria Bekasi Minggu 3 Maret 2013 jam 17.30 WIB ---- PF di Jemaat Zebaoth Bogor beserta PS Jemaat GPIB Pondok Ungu jam 09.00 wib --- Pembinaan pelkat di Jemaat GPIB Marturia Jakarta Timur 2 Maret 2013 jam 18.30 ---- Lokakarya RKA GPIB Pondok Ungu, 1-2 maret 2013 di Vila Saiya Cipayung, Bogor --- PST GPIB di Makassar 19-21 Februari 2013 ---PF di GPIB Pondok Ungu jam 10.00 dan di GPIB Efatha Jakarta jam 17.00 Minggu 10 Februari 2013 --- SMJ GPIB Pondok Ungu Triwulan 3, Minggu 10 Februaru 2013 ---- Peneguhan Pelkat GPIB Pondok Ungu 3 Februari 2012 oleh Pdt PH Sitorus, MSi ----- Perjamuan Kudus 10 Oktober 2012 di GPIB Pondok Ungu, jam 06.00 dan 10.00 WIB, ---- Peneguhan Diaken dan Penatua GPIB Pondok Ungu 2012-2017 pada Minggu, 23 September 2012 yang dilayani peneguhannya oleh Pdt. Marlene Josep, STh dan didampingi Pdt. SGR Sihombing, MTh, Pdt. Kolanus, MMin, Pdt. Hilda Sihasale, MMin, Pdt. Dina haba STh ---- Perjamuan Kudus Minggu Pentakosta, Minggu, 1 Juli 2012 jam 06.00 dan 10.00 WIB, Pemilihan Diaken dan Penatua GPIB Tahap Penetapan pada hari Minggu, 1 Juli 2012, Lokakarya Penulisan Sabda GPIB, 5-6 Mei 2012, TOT Pendeta materi bina diaken dan penatua, 3-4 Mei 2012 di Kinasih, Caringin Bogor, Lokakarya Materi Bina tahap II, 30 April-2 Mei 2012 di Ruang MS GPIB, Pelayanan Ibadah Minggu, 29 April 2012, Pelayanan Ibadah Minggu 31 Juli 2011 di jemaat GPIB PUP jam 10.00 wib --- SMJ GPIB PUP Triwulan 1, 31 Juli 2011 jam 12.00 wib, --- Pelayanan Ibadah Minggu, 22 Mei 2011 di jemaat GPIB Harapan Kasih jam 09.00 wib ---- 15 Mei 2011 di jemaat GPIB Menara Kasih, Bekasi, --- 8 Mei 2011 di jemaat GPIB Sion, Jakarta Barat jam 10.00 wib dan GPIB Efatha, Jakarta Selatan jam 17.00 wib, --- Pelayanan Ibadah Minggu, 1 Mei 2011, GPIB Pondok Ungu, Bekasi jam 06.00 wib dan 10.00 wib --- Ibadah Paskah, Minggu 24 April 2011, jam 05.00 wib ---- Perjamuan Kudus Jumat Agung, 22 April 2011, jam 06.00 dan 10.00 wib ---- Peneguhan anggota sidi baru, 17 April 2011, jam 10.00 wib ----, Retret Katekisasi terpadu GPIB Pondok Ungu, Harapan Indah, Harapan Baru dan Dian Kasih, 1-3 April 2011,---- Lokakarya Penyusunan RKA Sabtu, 26 Maret 2011 jam 13.00 --- Sidang Majelis Jemaat Triwulan 4, Minggu 24 April 2011, jam 12.00 WIB ---Pelayanan Minggu di jemaat GPIB Anugerah Bekasi jam 09.00 dan GPIB Harapan Kasih jam 18.00 ---.
Tampilkan postingan dengan label Kitab Lukas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitab Lukas. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Khotbah Lukas 6:17-19

Pengajaran dan kesembuhan

Pengajaran Firman dan mujizat kesembuhan adalah dua perkara yang saling menyatu. Saat Firman diberitakan, disitu kesembuhan dapat terjadi. Kita percaya bahwa dengan pengajaran Firman maka setiap orang dibimbing untuk mengerti dan mengakui bahwa dalam nama Tuhan Yesus tidak ada perkara yang mustahil; dalam nama Tuhan Yesus, segala penyakit, ringan atau berat dapat disembuhkan. Dalam nama Yesus, kesembuhan sempurna terjadi tanpa efek samping yang merugikan kesehatan.

Bacaan Alkitab kita menyebutkan bahwa pengajaran Yesus tentang Kerajaan Allah menarik banyak orang mendengarkan firman Allah. Begitu juga bawha Tuhan Yesus yang dapat melakukan mujizat kesembuhan, menggerakkan banyak orang datang dari berbagai tempat dan berusaha menjamah Tuhan yesus secara pribadi sebab kuasa Allah diyakini terjadi dan kesembuhan diperoleh. Kerinduan dan harapan untuk sembuh begitu kuat sehingga berapapun jauh lokasi dimana Yesus berada, tidak jadi penghalang dan alasan untuk tidak datang kepada Tuhan Yesus.

Dikatakan bahwa semua orang banyak itu menjamah Tuhan Yesus dan semuanya sembuh (ayat 19). Sungguh luar biasa Tuhan kita Yesus. Dia sungguh Anak Allah Yang Maha Kuasa yang dapat menyembuhkan segala penyakit manusia yang berharap kepadaNya. Kesembuhan ini jelas mengungkapkan kuasa Allah yang hebat dan tak tertandingi oleh pengobatan manusia.  Tidak ada diagnosa, tidak ada medical record, tidak ada  hasil laboratorium, tidak ada laporan tekanan darah dan jantung, semua disembuhkan Tuhan Yesus hanya karena iman kepadaNya. Kuasa Tuhan terjadi dan mereka yang menjamahNya jadi sembuh seketika. 

Firman Tuhan ini  mengajarkan kita bahwa persekutuan dengan Tuhan Yesus didalamnya kita hendak dibentuk sesuai dengan Firman Allah menjadi pribadi dengan karakter manusia baru yang mencintai kebenaran dan kejujuran. Pengajaran Firman Allah menjadi penting agar kita selalu menyesal dan bertobat jika berbuat kesalahan dan lalai mengunakan karunia pemberian Tuhan. Orang banyak datang bersekutu dengan Tuhan Yesus.  Persekutuan dengan Tuhan Yesus juga terjadi saat kita berkumpul dalam ibadah keluarga. Persekutuan ibadah ini menjadi ungkapan syukur dan kesaksian tentang  kuasa Tuhan yesus yang menyelamatkan dan memberkati. Jika ada saudara kita yang lalai dan malas beribadah, janganlah kita jadi ikut-ikutan dan malas karena kita kehilangan berkat besar dari Tuhan kita.

Persekutuan ibadah ini hanya dapat dihadiri jika ada kerinduan dan hati yang mau menyembah dan memuji namaNya.  Kita dapat berdoa, memuji dan mendengarkan Firman Allah. Kita pun diberkati dalam setiap ibadah yang kita ikuti bersama. Dalam persekutuan ibadah dimana pengajaran firman diberitakan, kita pun semakin mengasihi Tuhan Yesus dan hidup dalam iman kepadaNya sepenuh hati.  Bagaimana saudara dapat dikatakan mendengar pengajaran Firman Allah? Dengan bersikap tenang dan hormat saat Firman diberitakan. Jangan saudara menjadi gelisah dan tidak sabaran saat Firman diberitakan. Sikap bersenda-gurau, bercakap-cakap sementara pelayan berkhotbah, jelas sikap tidak terpuji dan menghina kemuliaan Tuhan lewat firmanNya. Jadi jika saudara percaya kehadiran Tuhan dalam ibadah, maka saudara dapat beribadah dengan tenang dan dapat melawan tipu muslihat iblis dengan doa.

Kita percaya sama seperti orang banyak yang percaya dan disembuhkan, maka kuasa Tuhan Yesus itu tetap terjadi sampai sekarang. Mereka menjamah Yesus. Kita menjamah Yesus dengan sikap hati kita; dengan doa-doa kita yang kita ucapakan secara terbuka atau dalam hati batin kita masing-masing.  Kesembuhan dalam nama Tuhan Yesus untuk segala jebis penyakit. Saudara dapat mengandalkan Tuhan Yesus jika memang saudara sudah putus asa dan kehabisan biaya mengobati penyakit. 
Hal ini bukan berarti kita mengabaikan karunia yang dimiliki tenaga medis professional di bidangnya. Tidak. Kalaupun kita berobat tetaplah berdoa dalam nama Yesus agar dengan keahliannya dokter, mantri, apoteker dan tenaga lab dapat melakukan tugasnya dengan baik dan cermat.

Kesembuhan bukan  perkara mustahil bagi siapapun yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kesembuhan itu terjadi karena Yesuslah satu-satunya harapan. Tidak ada keraguan dan kekuatiran sedikitpun terhadap kuasa Tuhan Yesus. Tindakan-tindakan iman perlu kita lakukan bersama. Mendukung dalam doa secara pribadi saudara-saudara kita yang menghadapi sakit penyakit. Kadangkala kita enggan melaporkan jika keluarga dan diri kita sakit. Kita merasa jangan sampai jadi beban dan merepotkan orang lain atau menganggap bahwa semuanya pasti beres.  

Persekutuan jemaat  ini hidup karena Firman Allah dan dengan kuasa Firman Tuhan itu kita mau saling menopang dan meminta kesembuhan dari kuasa  Tuhan Yesus, tabib atas segala tabib. Saudara dan saya tidak perlu malu dan berat hati jika didoakan. Berilah informasi dan mintalah anggota keluarga untuk menyampaikan pergumulan keluarga untuk didoakan bersama. Doa orang benar itu besar kuasaNya; doa yang diucap dalam kasih Tuhan Yesus. Semoga dalam pergumulan sakit itu, kita mengalami mujizat kesembuhan dari Tuhan Yesus yang semakin menguatkan pengharapan dan kasih kita kepada Tuhan Yesus dari hari ke hari. Amin.

Jumat, 21 Januari 2011

Khotbah Lukas 5: 12-16

Bersyukur atas kemurahan Allah


Sidang jemaat yang dikasihi Allah,
Kesembuhan selalu menjadi dambaan saudara kita yang sedang menderita sakit. Orang bisa mencari berbagai informasi penting dari siapa saja untuk mengobati penyakitnya, mulai dari tenaga medis professional sampai dukun kampung dengan pengobatan alternatifnya.  Harapan untuk sembuh menjadi penting buat siapa saja yang menghargai dan mengucap syukur untuk kehidupan yang Tuhan anugrahkan bagi manusia.

Harapan untuk sembuh itulah yang dimiliki seorang kusta yang mendatangi Tuhan Yesus. Penyakit kusta adalah penyakit mematikan. Penderita kusta dapat  kehilangan jari-jari tangan dan jari-jari kakinya secara perlahan-lahan. Tokoh sejarah gereja abad pertama, Josephus mengatakan penderita kusta sebagai orang mati yang masih hidup.  Perjanjian Lama melarang orang kusta bergaul dan beribadah, bahkan  penderita kusta diasingkan dari  kehidupan masyarakat (Imamat 13:45-46). Penyakit kusta adalah penyakit kulit yang menular dan penderitanya dapat dinyatakan najis secara hukum agama oleh imam bait suci. (Imamat 13:3) Hanya imam juga yang dapat menyatakan bahwa penderita kusta itu sembuh atau tahir dari penyakitnya agar dapat diterima di tengah  masyarakat dan hidup beribadah.

Penderita kusta itu datang dengan harapan besar untuk sembuh. Dia datang dengan iman bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan penyakitnya sebab Tuhan Yesus sudah banyak menyembuhkan orang sakit (Lihat Lukas 4:40). Penderita kusta ini tidak ragu dan tidak bimbang. Dia juga tidak malu untuk tersungkur dibawah kaki Tuhan Yesus dan meminta Tuhan mentahirkannya, menyembuhkannya. Dia mengharapkan pengasihan Tuhan Yesus. Bagi si sakit, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakitnya (baru akhir tahun 1940-an ditemukan obat bagi penyakit ini). Jadi  hanya kemurahan Tuhan saja maka sakitnya dapat sembuh.

Harapan untuk sembuh dan iman sebesar biji sesawi, dipahami dan dimengerti oleh Tuhan Yesus.  Walaupun kata-kata permohonannya pendek, dan sama sekali tidak ada air mata tangisan, namun Tuhan Yesus mengerti apa yang dibutuhkan orang kusta itu. Tuhan Yesus mendengar dan menjawab permintaannya. Tuhan Yesus mengasihinya sehingga  Tuhan Yesus menyatakan otoritasNya, menyatakan kuasaNya. Hanya dengan menjamah dengan berkata: Aku mau jadilah engkau tahir, maka seketika itu juga penyakit kustanya lenyap. Si penderita mengalami kesembuhan. Tuhan Yesus melayaninya dengan kuasa penyembuhan yang ajaib. Tuhan Yesus memberikan kesembuhan jasmani, dan mendorong penderita untuk memeriksakan kesembuhannya pada imam di bait suci. Dengan datang kepada imam, hidupnya dipulihkan, hidupnya diperbaharui dengan beribadah kepada Allah (Lihat Imamat 14). Tuhan Yesus mau bahwa tidak hanya jasmani yang sehat, tetapi juga rohani sehat. Kesehatan yang sempurna diberikan Tuhan Yesus kepada penderita kusta itu.

Firman Tuhan ini mengajarkan kita bahwa : Mujizat kesembuhan bukanlah perkara yang mustahil  bagi siapa saja yang percaya kepada Tuhan Yesus. Penyakit yang sudah berpuluh-puluh tahun dan tidak ada obatnya, bisa membawa seseorang pada kemarahan dan putus asa besar.  Penyakit memang menunjukkan bahwa manusia itu lemah dan tidak berdaya. Di sini kita diingatkan berharap dan berdoa. Pengharapan dan permohonan kita hanyalah kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus dapat melakukan mujizat kesembuhan secara pribadi buat masing bapak, ibu dan saudara. Asalkan, kita memercayai Tuhan Yesus sebagai Tabib ataspenyakit kita.

Berdoalah dengan sikap hati yang benar dan nyatakanlah permintaah saudara dengan penyerahan penuh. Jangan saudara cemas, bimbang atau kuatir apakah doa saudara dijawab. Jawaban  doa semata-mata karena kemurahan Allah. Saudara tidak boleh jadi kecewa jika doa saudara belum dijawab. Tuhan Yesus punya kuasa dan Dia yang dapat menyembuhkan penyakit kita karena Tuhan Yesus tidak hanya mendengar perkataan doa kita tetapi Dia juga tahu motivasi yang ada dalam hati dan pikiran kita. Jika kecenderungan hati dan perilaku kita jahat, perlu kita menyesal dan bertobat. Tuhan Yesus bersedia menjamah dan melayani siapa saja yang mau penyakitnya disembuhkan. Jika saudara sudah lelah dan putus asa dengan penyakit saudara datanglah kepada Yesus. Hanya Tuhan Yesuslah Tabib ajaib yang dapat menyembuhkan penyakit tanpa efek samping yang buruk.

Firman Tuhan ini mengajarkan juga kepada  kita bahwa  kesembuhan yang diberikan Tuhan Yesus membawa seseorang sehat secara jasmani dan rohani. Jika saudara dijamah dan disembuhkan Tuhan Yesus pada tahun lalu atau hari ini, saudara harus bersyukur kepada Allah. Tuhan Yesus mau supaya yang disembuhkan oleh namaNya selalu bersyukur dan beribadah di rumah Tuhan. Jika penderita kusta yang sembuh, disuruh pergi kepada imam, maka kita yang sudah disembuhkan oleh kuasa Tuhan Yesus disuruh untuk bersekutu,  memuji dan mempermuliakan namaNya agar benar bahwa hidup kita diberkati Allah. Jika saudara menjadi malas beribadah dan tidak bersukacita pergi ke gereja, bisa jadi saudara sedang  mengalami kekeringan rohani;  ada virus-virus mematikan yang membuat saudara tidak mampu memuji Tuhan dan menolak santapan Firman Allah. Penyakit rohani sama berbahaya dengan penyakit jasmani. Saat saudara katakan hidup saudara tidak berguna, disitu saudara hidup dalam penyakit rohani berupa keputuasaan dan gambaran diri yang rusak. Saudara kehilangan kuasa Roh Kudus yang membuat saudara menjadi anak-anak Allah. Jika demikian saudara sudah dibelenggu kuasa kegelapan yang dapat membawa saudara pada jalan sesat yang membinasakan.

Penyakit rohani demikian tidak bisa dianggap sepele sebab dapat membuat hidup saudara dalam kebencian dan kemunafikan. Jika benar hidup kita dipenuhi akar pahit (Ibrani 12:15), sudah seharusnya kita datang kepada Tuhan Yesus mohon pengampunan dan kesembuhan. Jika saudara tidak bisa lagi mengampuni orang yang bersalah dan selalu menghina orang lain, sudah seharusnya saudara  datang kepada Tuhan Yesus menyatakan penyesalan dan mohon pemulihan. Hidup ini adalah anugerah Allah sehingga kita diberikan keselamatan hidup kekal  oleh Tuhan Yesus.  Jadi mari kita selalu mau datang beribadah; datang memuji Tuhan sehingga kita dapat mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang membaharui hidup kita setiap hari. Di tengah tekanan berat dan penderitaan hidup kiranya kita tetap setia beribadah dan tekun berdoa kepada Allah yang senantiasa menjawab doa dan memberkati harapan-harapan kita tepat pada waktunya. Tuhan Yesus sungguh mengasihi kita semua. Tuhan Yesus tahu apa yang kita katakan dalam doa-doa kita selama ini. Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan kita jika harapan kita hanyalah Tuhan  Yesus dalam hidup ini.  Sungguh Tuhan itu baik kepada orang-orang yang berharap padaNya (Mazmur 147:11). Amin.

Kamis, 16 Desember 2010

Khotbah Lukas 1:5-13

Doa yang dijawab karena kesetiaan hidup beriman

Saudara yang dikasihi Allah,
Lazim orang berkata bahwa faktor bibit, bebet dan bobot itu penting dalam hidup keluarga. Bibit berbicara soal asal-usul atau keturunan siapa, bebet: soal lingkungan keluarga besarnya dan bobot: soal kualitas pribadi, termasuk kekayaan, pekerjaan dan iman seseorang. Kesempurnaan demikian minimal dapat menjamin kebahagiaan hidup di masa depan. Profile keluarga Zakharia (ay. 5-6) mengacu pada gambaran keluarga sempurna: keturunan baik-baik,  keluarga terpandang dan bekerja pada tempat terhormat sebagai keluarga imam. Kita dapat sepaham bahwa gambaran keluarga demikian menjadi harapan kita jika tidak terlalu mempersoalkan kekurangan kecil yang selalu ada dalam tiap rumah tangga.
Zakharia tidak hanya gembira dengan tugas keimamannya, tetapi juga konsisten dalam pelayanan yang  dipercayakan padanya sampai masa tuanya. Zakharia tidak hanya bertindak sebagai imam di bait Allah tetapi juga berfungsi sebagai imam dalam keluarganya. Terbukti Zakharia tidak menyalahgunakan jabatan pelayanan untuk mengejar kesenangan dan kekayaan pribadi (lihat perilaku keluarga imam Eli dalam             1 Samuel 2: 12-17). Zakharia bersama istrinya selalu hidup sesuai firman Allah.
Zakharia dan Elisabeth menjadi contoh suami-istri yang dapat diteladani bagi setiap pasangan suami-istri yang setia mengasihi Tuhan Yesus, tetapi juga melayani Tuhan Yesus dengan benar mulai dari rumah tangga sendiri sampai dalam persekutuan jemaat. Tidak hanya bangga dan gembira kalau suami atau istri sebagai pelayan Tuhan tetapi juga turut mendukung pelayanan secara maksimal dengan sepenuh hati.
Mengapa dikatakan dengan sepenuh hati? Bukankah banyak yang melayani tetapi dengan separuh hati, dengan hati yang bercabang, dengan hati yang penuh dengan kepalsuan. Melayani hanya untuk memperoleh jabatan, gengsi dan kehormatan dunia.  Tidak demikian dengan keluarga Zakharia. Keluarga ini saling menopang dalam pelayanan. Zakharia tidak hanya aktif dalam pelayanan di Bait Suci. Zakharia juga tekun mendoakan kebahagiaan istrinya bertahun-tahun. Apa gerangan? Sebab istrinya Elizabeth belum juga hamil  dan secara medis dikatakan mandul. (ay. 7) Jelas suatu cobaan yang berat dan tidak mudah dihadapi. Bukankah banyak pasangan rumah tangga bercerai karena soal keturunan yang belum ada, atau  menikah kembali untuk memperoleh anak demi gengsi pribadi dan keluarga besar. Sisanya ada yang pergi kepada kuasa kegelapan dengan harapan diberikan keturunan, namun hasilnya nol besar dan hanya menambah kekecewaan makin besar.
Zakharia mengasihi istrinya dan mendoakannya terus menerus bertahun-tahun sampai usia mereka lanjut.  Zakharia tidak menjadi marah  karena kehidupan rumah tangganya itu, karena istrinya selalu mendukung pelayanannya; istrinya selalu mengutamakan Allah sehingga dia menghormati suaminya dan tidak menghina suaminya (istri yang merasa sehat menghina dan menyalahkan suaminya karena tidak bisa memberi keturunan).
Zakharia dan Elizabeth pastinya hidup dengan penuh ucapan syukur. Mereka menerima segala sesuatu dalam hidup ini dengan sukacita dan  selalu berusaha hidup menyenangkan hati Tuhan. Kesetiaan dalam pelayanan berujung dengan manis; mendatangkan berkat yang tak terbilang. Zakharia diberi tugas untuk  membakar ukupan pada mezbah ukupan di Bait Suci. Ukupan artinya persembahan wangi-wangian  yang dipersembahkan kepada Allah (Kel 30:1-10, 37). Wangi-wangian itu berasal dari campuran rempah-rempah dari bahan getah damar, kulit lokan dan getah rasamala serta kemenyan (Kel. 30:34).
Tugas yang mulia itu dipercayakan Allah kepada hambaNya Zakharia lewat undian. Zakharia mendapat kesempatan istimewa dan terpilih untuk melaksanakan tugas itu. Saat itulah Zakharia menerima perlakuan istimewa dari Allah. Malaikat Tuhan diutus untuk berbicara kepadanya. Allah berkenan menjawab doa keluarga Zakharia. Apa yang selama ini didioakan bertahun-tahun dijawab Allah. Doa mereka didengar Allah dan Allah sendiri berkenan menyampaikan jawaban doa itu lewat malaikatNya.  Anak Zakharia, yaitu Yohanes Pembaptis kelak yang akan membawa banyak orang untuk bertobat dan mempercayai Yesus sebagai Juruselamat.
Firman Allah hari ini mengajak kita semua untuk selalu setia dalam hidup perkawinan, persekutuan dan pelayanan kita kepada Allah. Keluarga Zakharia mengalami dan menerima jawaban doa bukan di saat mereka dalam usia muda dan tidak dalam tempo yang cepat. Mereka berdoa tidak hanya untuk kehadiran seorang anak, tetapi juga untuk keutuhan rumah tangga dan kesetiaan dalam melayani pekerjaan Allah. Keluarga, kehidupan doa dan pelayanan adalah satu kesatuan yang saling melengkapi. Jika demikian tidak ada alasan apapun bahwa sebagai suami-istri untuk enggan dan tidak mau terlibat dalam pelayanan bagi Allah. Sudah sepatutnya sebagai keluarga Kristen, setiap suami aktif dan memberi diri dalam melayani kehendak Allah dalam keluarga dan persekutuan. Di sini memang dibutuhkan komitmen bersama dari suami-isteri untuk melayani Tuhan sehingga jangan sampai pelayanan itu mengganggu keharmonisan keluarga atau malah merusak hidup rumah tangga itu sendiri.
Kehadiran seorang istri sangat berharga dalam mendukung pelayanan suami dalam gereja Tuhan. Keberhasilan seorang suami dalam karier dan pelayanan di dalamnya terdapat sumbangsih seorang istri. Sebagai ibu rumah tangga, pasti banyak hal yang dilakukan sejak matahari terbit sampai tenggelam. Mulai dari membangunkan anak-anak, menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, memeriksa kesehatan anggota keluarga, menyiapkan jamuan makan  sampai mengelola keuangan keluarga. Kita patut bersyukur sebagai keluarga atas pengabdian tulus seorang ibu dalam  mendukung keberhasilan anggota keluarganya. Peringatan hari ibu, mengajak kita semua untuk berdoa bagi kebahagiaan seorang ibu yang selalu menghabiskan waktu dan perhatiannya bagi kesejateraan keluarganya. Jadi sangat memprihatinkian jika seorang ibu sampai memperdagangkan anaknya sendiri dan membuangnya di tempat sampah karena alasan ekonomi.
Bersyukurlah dan bersukacita jika doa kita dijawab Allah. Untuk banyak hal, kita hidup diberkati. Doa suami-istri apapun itu pergumulannya, tidak hanya sebagai ungkapan batin atas isi hati yang tertumpah bagi Allah, tetapi juga ajakan untuk kita setia hidup bersama Allah sesuai firmanNya. Apakah saudara setia berdoa bertahun-tahun untuk satu pokok perkara doa, misalnya untuk kehadiran seorang anak dalam rumah tangga atau kesembuhan orang yang kita cintai? Apakah saat seperti itu saudara juga mau setia melayani pekerjaan Allah dalam jemaatNya? Ataukah saudara menjadi ragu, putus asa dan menganggap sia-sia aktif melayani Tuhan? Apakah saudara selalu bertemu Tuhan dalam doa dan pelayanan dan merasakan kehadiran Allah yang membawa sukacita? Jika keadaannya bertolak belakang dengan kehidupan keluarga Zakharia, mari saudaraku kita bertobat dan kembali berlaku setia di hadapan Allah.
Pertama-tama yang perlu diperhatikan, dalam keluarga kita harus saling mendoakan dalam nama Yesus, kita mau saling mengasihi dan mengampuni jika ada perkataan kotor dan sikap jahat yang telah dibuat. Kedua, beri diri saudara untuk menjadi pelaku Firman. Tidak usah kita menghakimi orang lain, sebab hanya Tuhan yang adalah hakim Sejati. Ketiga, libatkan diri saudara dalam pekerjaan pelayanan. Ada Tuhan Yesus dalam pelayanan itu. Dia bersama hambaNya. Dia mendengar dan mengetahui isi doa dan keperluan hambaNya. Dia mengasihi kita lebih dari apa yang kita minta dan bayangkan. Jangan saudara lemah, karena kemalasan rekan sepelayanan saudara. Jangan saudara justru bertambah jahat ketika berada dalam pelayanan. Saudara harus dibangun menjadi pribadi yang berkenan bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi persekutuan. Kiranya, Minggu Advent ke-4 membuat kita menjadi  keluarga yang setia berdoa dan melayani kehendakNya sampai Tuhan Yesus datang kembali. Amin.

Minggu Advent 4 dalam rangka hari Ibu, 19 Desember 2010.