Sponsors

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik." Luk. 4:18"
Agenda. --- PF Minggu 10 Nov 2013 di Jemaat Pondok Ungu jam 06.00 dan 10.00 --- Perayaan HUT GPIB ke-65, Selasa 5 Nov 2013 di Tenis Indoor Senayan Jakarta --- Pembinaan Penelaahan Alkitab di Wisma Kinasih, Bogor, Minggu 3 November 2013 ---- PF di jemaat Pondok Ungu Bekasi dan jemaat GPIB Kharis Jakarta 30 Juni 2013 ----- Pemilihan Korwil Pelkat Mupel Bekasi 4 Mei 2013 di jemaat GPIB Gloria Bekasi ----- Sertifikasi Pengajar katekisasi 18-20 April 2013 di MDC Gadog ---- Sidang tahunan dan Sidang Wilayah Mupel Bekasi 4-5 Maret 2013 di MDC Gadog ---- PF di Jemaat Pondok Ungu jam 6 dan 10.00 serta di Gloria Bekasi Minggu 3 Maret 2013 jam 17.30 WIB ---- PF di Jemaat Zebaoth Bogor beserta PS Jemaat GPIB Pondok Ungu jam 09.00 wib --- Pembinaan pelkat di Jemaat GPIB Marturia Jakarta Timur 2 Maret 2013 jam 18.30 ---- Lokakarya RKA GPIB Pondok Ungu, 1-2 maret 2013 di Vila Saiya Cipayung, Bogor --- PST GPIB di Makassar 19-21 Februari 2013 ---PF di GPIB Pondok Ungu jam 10.00 dan di GPIB Efatha Jakarta jam 17.00 Minggu 10 Februari 2013 --- SMJ GPIB Pondok Ungu Triwulan 3, Minggu 10 Februaru 2013 ---- Peneguhan Pelkat GPIB Pondok Ungu 3 Februari 2012 oleh Pdt PH Sitorus, MSi ----- Perjamuan Kudus 10 Oktober 2012 di GPIB Pondok Ungu, jam 06.00 dan 10.00 WIB, ---- Peneguhan Diaken dan Penatua GPIB Pondok Ungu 2012-2017 pada Minggu, 23 September 2012 yang dilayani peneguhannya oleh Pdt. Marlene Josep, STh dan didampingi Pdt. SGR Sihombing, MTh, Pdt. Kolanus, MMin, Pdt. Hilda Sihasale, MMin, Pdt. Dina haba STh ---- Perjamuan Kudus Minggu Pentakosta, Minggu, 1 Juli 2012 jam 06.00 dan 10.00 WIB, Pemilihan Diaken dan Penatua GPIB Tahap Penetapan pada hari Minggu, 1 Juli 2012, Lokakarya Penulisan Sabda GPIB, 5-6 Mei 2012, TOT Pendeta materi bina diaken dan penatua, 3-4 Mei 2012 di Kinasih, Caringin Bogor, Lokakarya Materi Bina tahap II, 30 April-2 Mei 2012 di Ruang MS GPIB, Pelayanan Ibadah Minggu, 29 April 2012, Pelayanan Ibadah Minggu 31 Juli 2011 di jemaat GPIB PUP jam 10.00 wib --- SMJ GPIB PUP Triwulan 1, 31 Juli 2011 jam 12.00 wib, --- Pelayanan Ibadah Minggu, 22 Mei 2011 di jemaat GPIB Harapan Kasih jam 09.00 wib ---- 15 Mei 2011 di jemaat GPIB Menara Kasih, Bekasi, --- 8 Mei 2011 di jemaat GPIB Sion, Jakarta Barat jam 10.00 wib dan GPIB Efatha, Jakarta Selatan jam 17.00 wib, --- Pelayanan Ibadah Minggu, 1 Mei 2011, GPIB Pondok Ungu, Bekasi jam 06.00 wib dan 10.00 wib --- Ibadah Paskah, Minggu 24 April 2011, jam 05.00 wib ---- Perjamuan Kudus Jumat Agung, 22 April 2011, jam 06.00 dan 10.00 wib ---- Peneguhan anggota sidi baru, 17 April 2011, jam 10.00 wib ----, Retret Katekisasi terpadu GPIB Pondok Ungu, Harapan Indah, Harapan Baru dan Dian Kasih, 1-3 April 2011,---- Lokakarya Penyusunan RKA Sabtu, 26 Maret 2011 jam 13.00 --- Sidang Majelis Jemaat Triwulan 4, Minggu 24 April 2011, jam 12.00 WIB ---Pelayanan Minggu di jemaat GPIB Anugerah Bekasi jam 09.00 dan GPIB Harapan Kasih jam 18.00 ---.

Rabu, 28 November 2012

Pendalaman Alkitab Wahyu 3:20-22

Tuhan Yesus mengetok pintu

Jemaat Laodikia terletak kira-kira empat puluh tiga mil sebelah tenggara kota Filadelfia, sebelas mil sebelah barat kota Kolose, dan enam mil sebelah selatan kota Hierapolis (bnd. Kol. 4:13) di Lembah Lisius. Kota ini adalah pintu gerbang ke Efesus, batas timur kira-kira 100 mil merupakan pintu gerbang ke Siria. Laodikia menjadi pusat perdagangan yang makmur dan     berpengaruh.   Industri wolnya berkembang pesat dengan

produksi dan ekspor wol hitam, manufaktur pakaian sehari-hari dan pakaian mahal, serta penemuan salep mata yang efektif. Kota ini memiliki sekolah kedokteran yang maju dengan spesialisasi dalam bidang pengobatan mata dan telinga, dan telah mengembangkan salep untuk penyembuhan radang mata. Salep mata ini membuat sekolah kedokteran di Laodikia menjadi terkenal pada waktu itu.
Ada hal lain yang juga penting untuk diketahui bahwa di Laodikia, suplai air bagi penduduknya berasal dari Hierapolis yang berjarak enam mil dan disalurkan melalui pipa besar (Ramsay, The Cities and Bishoprics of Phrygia, Vol.1, bagian 1&2, 48-49). Sumber airnya berupa mata air panas yang mengandung kalsium karbonat; ketika sampai di Laodikia, air itu menjadi suam-suam kuku. Sumber air panas yang menyehatkan itu, ketika tiba di Laodikia telah menjadi dingin dan kalsium karbonat di dalam air itu membuat mual mereka yang meminumnya. Meski sumber mata air panas ini mengandung obat dan berguna bagi kesehatan sehingga menarik banyak orang, tetapi Tuhan membandingkan hal ini dengan kehidupan rohani jemaat Laodikia yang suam-suam kuku (bnd. ay. 16-17).
Kesuam-suaman kehidupan jemaat Laodikia sebab mereka tidak menyadari bahwa diri mereka miskin, telanjang dan buta (18-19). Mereka menyombongkan diri dengan kekayaannya sehingga mengabaikan kehendak Allah dengan melakukan penyembahan berhala. Mereka merasa diri hebat dan tak perlu pertolongan dari siapapun, termasuk dari  Tuhan. Kekayaan mereka telah membutakan sehingga mereka tidak lagi memelihara persekutuan yang benar dengan Tuhan Yesus. Mereka tidak dingin, dan juga tidak panas. Identitas mereka sebagai orang Kristen tidak jelas lagi. Jika  mereka tidak bertobat maka mereka akan mendapat murka Allah. Allah menghendaki mereka menjadi orang Kristen yang diberkati (ay.16).
Karena itulah mereka diajarkan untuk selalu membuka diri untuk mendengar dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus.  Tuhan datang dalam hidup umatNya, dan umat Allah diingatkan untuk sadar dan memberi diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Mengapa Yesus perlu datang dan mengetok pintu rumah dan pintu hati kita? Bukankah Yesus sudah tahu siapa kita, mengapa tidak langsung saja masuk? Atau jangan-jangan kita tidak pernah lagi meminta Tuhan Yesus datang dan masuk dalam hidup kita?

Dengan pertanyaan-pertanyan demikian, maka kita diingatkan:
  1. Tuhan Yesus menghendaki jemaatNya untuk tidak sombong dan merasa diri hebat  karena kekayaan dan kepintarannya. Semua yang dimiliki manusia  hanyalah sementara dan tak dapat menyelamatkan hidup mereka dari kematian dan kebinasaan yang kekal.  Sikap sombong dan keangkuhan adalah tabiat manusia lama yang tidak boleh lagi berkuasa dalam hidup umat Tuhan. Jika sikap ini dipertahankan, maka kita selalu dengan mudah menghina dan menghakimi saudara kita, keluarga kita, rekan sejawat, bahkan para hamba Tuhan  tanpa menyadari bahwa tindakan itu telah menyakiti dan memalukan.  Hidap yang seperti ini mustahil dapat jadi berkat; tidak mungkin menyenangka Tuhan Allah. Di manapun kita berada, kehadiran kita hanya jadi batu sandungan dan sumber pertengkaran dalam hidup berjemaat.  Pertengkaran selamanya tidak membawa keuntungan apapun dan hanya mendatangka dosa dan dukacita. Jika perilaku ini tetap dipraktekkan dan diulang-ulang terus diperbuat, maka sebenarnya Tuhan Yesus dengan kebenaran FirmanNya tidak pernah hadir dalam hidup kita. Firman Tuhan tidak mengubah apapun sebab telingan jasmani dan batin kita sudah tuli dan rusak sehingga mustahil  terjadi pertobatan sebagaimana yang dikehendaki Tuhan.  Tanpa pertobatan, kita selamanya hidup dalam dosa kedagingan yang memalukan. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, GPIB Pondok Ungu, kita semua tidak boleh suam-suam kuku. Kita semua perlu saling mengingatkan pentingnya Tuhan Yesus datang dalam hati dan rumah tangga kita.  Tidak perlu kita mencari siapa yang salah dan benar. Kita semua perlu bertobat agar hidup kita tidak jatuh dalam pencobaan dan beban berat. Bersyukurlah selalu setiap hari dan  berdoalah mohon supaya Roh Kudus memampukan saudara untuk mengajak orang lain beribadah dan dengan tulus mendoakan yang menderita. 
  2. Tuhan Yesus mau supaya kita mendengat suaraNya, dan menyambut kedatanganNya dalam hidup kita. Dalam waktu dekat kita bersama akan merayakan hari Natal. Tuhan Yesus tidak hanya datang pada hari Natal saja, tetapi juga selalu datang saat kita berkumpul 2-3 orang dalam nama Kristus.  Kedatangan Tuhan Yesus adalah untuk  membawa berkat. Tuhan Yesus makan bersama kita dalam satu meja perjamuan. WOW, sungguh pengalaman yang luar biasa dan berkesan. Tuhan Yesus mau makan bersama dengan kita. Ada berkat yang Tuhan Yesus sediakan, dan berkat itu hanya diberikan bagi mereka yang membuka diri dengan tulus. Jadi benarkah sepanjang tahun 2012, hidup saudara  sudah diberkati Tuhan? Jika saudara kata YA, BENAR DEMIKIAN, maka itu artinya: AMIN.  Kita benar-benar bersukacita sebab  Tuhan Yesus bersedia datang dan memberkati kita. Semoga tahun 2013, semakin banyak jiwa dan rumah tangga yang membuka pintu rumah dan hati mereka bagi  Tuhan Yesus agar berkat-berkatNya berlimpah dan membuat kita bersyukur. Amin.


Percakapkan
  1. Bagaimana pendapat  saudara menghadapi anggota jemaat yang karena kekayaan dan kepintarannya  sukar beribadah dengan aktif? Apa solusinya?
  2. Dapatkah ibadah keluarga di sektor  berjalan dengan semarak? Ataukah memang kita menerima bahwa ibadah keluarga kita tidak bisa ditingkatlkan lagi?

Candrabaga, Rabu, 28 November 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar